MITIGASI EL NINO 2026
KOTA BIMA – Terkait dengan fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau panjang pada tahun 2026. Kementerian Pertanian RI sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi yang diawali dengan surat Menteri Pertanian kepada gubernur dan bupati pada tanggal 9 Maret 2026 terkait langkah antisipasi dan pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan sistem peringatan dini, rehabilitasi jaringan irigasi, serta optimalisasi sumber air untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Sejalan dengan arahan dalam surat tersebut. Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pertanian terus meningkatkan langkah antisipasi dan mitigasi terhadap potensi dampak fenomena El Nino di Kota Bima, yaitu dengan memaksimalkan penyediaan air irigasi pada lahan pertanian. Kepala Dinas Pertanian Kota Bima menyampaikan bahwa berdasarkan laporan pemantauan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga saat ini belum terdapat laporan dampak El Nino yang secara nyata mempengaruhi indikator luas tanam, luas panen, maupun produksi pertanian di Kota Bima.
Dalam upaya memaksimalkan penyediaan air irigasi pada lahan pertanian menghadapi kemarau panjang yang terjadi pada tahun ini. Dinas Pertanian Kota Bima melaksanakan penguatan infrastruktur dan sarana pengairan pertanian melalui sejumlah kegiatan, seperti pembangunan jaringan irigasi tersier pada 20 titik, pembangunan embung pada 5 titik, irigasi perpompaan pada 25 titik dan bantuan pompa air sebanyak 15 unit.
Penguatan infrastruktur tersebut diutamakan pada lahan-lahan pertanian yang memiliki keterbatasan sumber air selama musim kemarau. Keberadaan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan usaha budidaya pertanian dan mengurangi risiko kehilangan hasil akibat kekeringan.
Selain itu, Dinas Pertanian Kota Bima terus membangun koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I untuk mendukung pengelolaan sumber daya air, peningkatan fungsi jaringan irigasi, dan optimalisasi sumber air bagi kebutuhan pertanian.
Dinas Pertanian Kota Bima juga mengoptimalkan peran PPL dalam memantau kondisi pertanaman, ketersediaan air, perkembangan luas tanam dan panen, serta potensi gangguan produksi. Petani diimbau untuk menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi air, mengoptimalkan penggunaan air irigasi, penyesuaian komoditi serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kekeringan pada lahan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bima menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi El Nino tidak hanya diukur dari kondisi pertanian saat ini, tetapi juga dari kesiapan pemerintah dan petani dalam mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi pada periode berikutnya.
Melalui penguatan infrastruktur pengairan, pendampingan PPL, serta koordinasi lintas instansi, Pemerintah Kota Bima berupaya menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan iklim dan ancaman kekeringan.