Pantau OPT Padi Inpari 32 di Kelurahan Kumbe, Perkuat Strategi Pencegahan OPT pada Musim Tanam Berikutnya
Rabu, 14 Januari 2026, Dinas Pertanian Kota Bima melaksanakan pengamatan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada hamparan tanaman padi milik Kelompok Tani Harapan Makmur II Blok III Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur. Pengamatan dilakukan pada tanaman padi varietas Inpari 32 berumur sekitar 105 HST (siap panen). Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengendalian Hama Terpadu (PHT/IPM) yang menekankan pada pemantauan rutin dan keputusan yang tepat dalam pengendalian OPT.
Hasil pengamatan menunjukkan OPT yang dominan berupa penggerek batang, disertai gejala penyakit blas leher (neck blast) dan hawar daun. Secara teknis, serangan penggerek batang pada padi berkaitan dengan gejala deadheart (fase vegetatif) dan whitehead (fase generatif) yang dapat menurunkan produktivitas. Gejala blas leher diketahui berhubungan dengan cendawan Magnaporthe oryzae yang dapat menyerang leher malai sehingga mengganggu pengisian gabah. Adapun gejala hawar daun yang teramati memerlukan konfirmasi lebih lanjut, salah satu penyebab yang umum pada padi adalah hawar daun bakteri oleh Xanthomonas oryzae pv. Oryzae.
Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa intensitas serangan tergolong berat, dengan umur tanaman menjelang panen, pengendalian kuratif saat ini dinilai kurang efektif sehingga langkah utama diarahkan pada pencegahan sejak awal musim tanam berikutnya.

Rekomendasi dari petugas POPT Dinas Pertanian Kota Bima kepada petani, meliputi: tanam serempak dalam satu hamparan untuk mengurangi kesinambungan inang dan menekan populasi OPT, serta penguatan PHT sejak fase vegetatif melalui pemantauan lapangan, sanitasi lahan dan tindakan pengendalian berdasarkan hasil pengamatan dan rekomendasi petugas. Dinas Pertanian mengajak petani melaporkan temuan OPT sedini mungkin dan menyusun kalender tanam bersama agar produksi dapat ditingkatkan.