Pendataan dan pemetaan wilayah sebaran peredaran bahan/pakan dan pengembangan benih/bibit Hijauan Pakan Ternak

KOTA BIMA – Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan berupaya mendongkrak efisiensi usaha peternakan sekaligus menyiasati tingginya harga pakan komersial. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pendampingan inovasi pakan alternatif berbasis potensi lokal serta pemetaan wilayah sebaran bibit dan Hijauan Pakan Ternak (HPT).

Inovasi Formulasi Pakan Bebek di Kelompok Tani Lo'o Langga

 Pada kunjungan lapangan di Kelompok Tani Lo'o Langga, Kelurahan Rite, Tim Teknis Dinas Pertanian mendokumentasikan pemanfaatan limbah pertanian berupa tumpi jagung (kulit ari/sisa penggilingan jagung) sebagai bahan pakan alternatif untuk ternak bebek.

Untuk memastikan kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi dengan biaya yang jauh lebih murah, diterapkan formula pakan yang sangat efisien secara ekonomis, yaitu:

  • 20% Tumpi Jagung (sebagai pemanfaat limbah kaya serat)
  • 30% Dedak Padi
  • 50% Konsentrat

Kombinasi formulasi ini terbukti mampu memangkas biaya pembelian pakan komersial secara signifikan tanpa menurunkan kualitas pertumbuhan maupun produktivitas ternak bebek.

Pemetaan Wilayah HPT dan Monitoring Budidaya Azolla di Kelompok HISDI

Secara bersamaan, Tim Pendataan dan Pemetaan Wilayah Sebaran dan Pengembangan HPT, yang juga bertugas dalam pengawasan peredaran bahan/pakan serta benih/bibit HPT, melakukan penyisiran intensif di wilayah yang sama.

Selain memetakan potensi hijauan, tim juga mendata potensi pakan alternatif lainnya di Kelompok HISDI, yang saat ini tengah sukses mengembangkan budidaya tanaman Azolla. Tanaman paku air ini dikenal memiliki kandungan protein tinggi (mencapai 24–30%) sehingga sangat ideal digunakan sebagai campuran pakan alami bagi ternak, baik unggas maupun ruminansia.

Melalui kegiatan pemetaan, pengawasan, dan edukasi pakan berbasis bahan baku lokal ini, Dinas Pertanian berharap para peternak di Kota Bima, khususnya Kelurahan Rite, dapat terus meningkatkan skala usahanya secara berkelanjutan dan mandiri dari ketergantungan pakan pabrikan.