Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian Bersama Poktan Dam Bronjong Gelar Gerdal OPT Tikus Sawah di Kelurahan Nungga

KOTA BIMA – Dinas Pertanian melalui Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan upaya nyata dalam memfasilitasi gerakan bersama petani untuk mengamankan produksi pangan dan mengantisipasi potensi gagal panen akibat serangan hama. Kali ini, Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) difokuskan pada hama tikus sawah yang bertempat di kawasan persawahan Kelompok Tani (KT) Dam Bronjong I dan II, Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur.

Aksi tanggap lapangan ini dilakukan mengingat hamparan pertanaman padi di wilayah tersebut saat ini rata-rata telah memasuki fase kritis, yaitu Usia Tanaman 60 Hari Setelah Tanam (HST) atau fase generatif awal (primordia), di mana tanaman sangat rentan terhadap kerusakan.

Gerakan pengendalian tikus sawah dilakukan secara bergotong royong menggunakan metode yang aman dan direkomendasikan, seperti pengumpanan serta emposan (fumigasi) pada lubang-lubang aktif yang menjadi sarang tikus.

Namun, selain fokus utama pada pemberantasan tikus sawah, Tim Teknis Dinas Pertanian bersama para petani juga melakukan identifikasi menyeluruh (pemberandalan) di sepanjang hamparan. Dari hasil pengamatan tersebut, petugas mengidentifikasi adanya dua ancaman OPT lain yang mulai menginfeksi tanaman padi warga, yaitu:

  1. Penggerek Batang Padi (PBP): Yang berpotensi menyebabkan gejala beluk (malai hampa memutih) pada fase generatif ini.
  2. Hawar Bakteri Daun (HBD): Penyakit akibat bakteri yang menyerang helaian daun dan dapat menurunkan kemampuan fotosintesis tanaman.

Merespons hasil identifikasi komposit OPT tersebut, Dinas Pertanian langsung memberikan edukasi dan rekomendasi teknis kepada pengurus serta anggota KT Dam Bronjong I dan II:

  • Untuk Penggerek Batang (PBP): Petani diimbau untuk melakukan pengamatan intensif terhadap keberadaan kelompok telur di daun dan segera mengaplikasikan agen hayati atau insektisida sistemik yang bijaksana jika populasi melewati ambang ekonomi.
  • Untuk Hawar Bakteri Daun (HBD): Disarankan untuk menjaga kebersihan saluran irigasi (sanitasi lingkungan), mengurangi penggunaan pupuk Nitrogen (Urea) yang berlebihan, serta dapat mengaplikasikan bakterisida maupun agens hayati seperti Corynebacterium jika diperlukan.

Dinas Pertanian berharap melalui gerdal yang kompak dan berkelanjutan ini, serangan OPT di Kelurahan Nungga dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga para petani di Kecamatan Rasanae Timur dapat menikmati hasil panen yang melimpah dan aman hingga akhir musim.