Website Dinas Pertanian Pemerintah Kota Bima

Telpon : (0461) 21053

Hortikultura

Pemanfaatan Lahan Pekarangan




Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sempit untuk Tanaman Hortikultura

Dinas Pertanian Kota Bima

By; Admin_Pertanian

 

 

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa lahan pertanian kita semakin tahun semakin menyempit. Lahan pertanian yang awalnya untuk menanam padi dan palawija lainnya serta buah-buahan, kini beralih fungsi menjadi pabrik dan kavling perumahan. Hal tersebut tidak dapat kita hentikan, apalagi bagi daerah yang menerapkan sistem pro invenstasi, dengan alasan tersebut banyak lahan pertanian kita yang hilang beralih fungsi. Dengan semakin menyempitnya lahan pertanian, maka berdampak pada berkurangnya hasil pertanian dan tanaman pangan lainnya.

Salah satunya contoh adalah cabe serta sayur yang harganya sering naik karena pasokan berkurang atau faktor lainnya. Namun sebenarnya kita bisa mensiasati hal tersebut, salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang sempit, agar lahan tersebut bisa menjadi produktif. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini masyarakat bisa saja menggunakan media tanam hydroponik. Namun untuk membuatnya membutuhkan tidak sedikit biaya, serta perawatan yang belum begitu dipahami oleh masyarakat secara luas. Sebab kebiasaan masyarakat luas tahunya dengan sistem penanaman konvensional.

Ternyata dalam hal ini sebenarnya pemerintah melalui Kementerian Pertanian sejak tahun 2011 sudah mencanangkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dimana setiap kelompok RPL yang terdiri dari 30 orang tersebut diberikan dana oleh pemerintah serta diberikan pelatihan dan pendampingan. Program RPL sendiri mempunyai arti adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.

Seperti tertuang dalam Pedoman Umum Model KRPL (Kementrian Pertanian, 2011), tujuan pengembangan Model KRPL adalah:

  1. Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari,
  2. Meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan diperkotaan maupun perdesaan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos,
  3. Mengembangkan sumber benih/bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan dan melakukan pelestarian tanaman pangan lokal untuk masa depan, dan
  4. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri.

Berdasarkan tujuan tersebut sasaran yang ingin dicapai dari Model KRPL ini adalah berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, menuju keluarga dan masyarakat yang sejahtera (Kementrian Pertanian, 2011)

Penulis melihat, program tersebut sangat bisa dilakukan oleh masyarakat luas, khususnya mereka yang mempunyai lahan pekarangan sempit, atau halaman rumah yang sempit, karena penanaman tanaman pangan tersebut sangatlah mudah. Diantara yang dibutuhkan pertama adalah bibit tanaman pangan yang disesuaikan dengan kondisi sekitar.

 

Selanjutnya adalah tempat penyemaian bibit tersebut, kenapa harus disemai dulu bibitnya?

Bibit tersebut disemai untuk menghindari atau meminimalisir kematian bibit tanaman dan efektifitas penggunaan benih, sebab bila benihnya tidak disemai dahulu maka akan dapat mudah sekali diserang oleh binatang atau hama.

Untuk penyemaian, media yang digunakan adalah tanah yang sudah dicampur dengan arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, kemudian media tersebut dimasukkan kedalam plastik ukuran kecil-kecil yang nantinya diisi dengan 1 biji tanaman.

Selanjutnya lakukan perawatan setiap hari agar bibit semai tersebut tumbuh dan setelah 1 minggu, atau jika bibit sudah tumbuh daun 3 hingga 4 daun, maka bibit tersebut sudah bisa dipindahkan di tempat polybag yang lebih besar ukurannya. Untuk media di-polybag tersebut sama dengan media saat penyemaian.

Langkah selanjutnya tentunya adalah perawatan hingga tanaman tersebut berbuah.