KANDANG JEPIT PORTABLE

Solusi Terbaik Pelayanan Kesehatan Hewan

Author by. Adzan Sabil
Manajemen kesehatan ternak dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian faktor-faktor produksi melalui optimalisasi sumberdaya yang
dimilikinya agar produktivitas ternak dapat dimaksimalkan, kesehatan ternak dapat dioptimalkan dan
kesehatan produk hasil ternak memiliki kualitas kesehatan sesuai dengan standar yang diinginkan.

Manajemen kesehatan ternak harus melalui suatu proses yaitu suatu cara yang sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Penyakit merupakan salah satu hambatan yang perlu diatasi dalam usaha ternak. Melalui penerapan manajemen kesehatan ternak yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan
dampak negatif dari penyakit ternak dapat diminimalkan. Penyakit-penyakit yang dijadikan prioritas untuk diatasi adalah penyakit parasiter, terutama skabies dan parasit saluran pencernaan (
nematodiasis). Sementara itu, untuk penyakit bakterial terutama anthrax, pink eye, dan pneumonia. Penyakit viral yang penting adalah orf, dan penyakit lainnya (penyakit non infeksius) yang perlu diperhatikan adalah penyakit diare pada anak ternak, timpani (kembung rumen) dan keracunan sianida dari tanaman. Pengendalian penyakit parasit secara berkesinambungan (sustainable parasite controle) perlu diterapkan agar infestasi
parasit selalu di bawah ambang yang dapat mengganggu produktivitas ternak. Vaksinasi terhadap penyakit Anthrax (terutama untuk daerah endemis anthrax), dan orf merupakan tindakan preventif yang dianjurkan.

Masalah kesehatan ternak juga dapat disebabkan oleh tidak cukupnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ternak. Ternak tidak akan tumbuh maksimal bila pakan kurang baik atau kurang menerima nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air yang tidak seimbang. Tidak cukupnya nutrisi
dapat mengakibatkan penyakit seperti
grass tetany, milk fever, ketosis, white muscle dissease. Selain itu pakan yang kurang akan menimbulkan masalah parasit, gangguan pencernaan, kegagalan reproduksi dan penurunan produksi.

Penanganan kesehatan merupakan salah satu hal yang memiliki peranan penting dalam memperoleh pejantan yang sehat. Selain itu ternak juga penting untuk diperiksa, agar dapat mendeteksi infeksi penyakit-penyakit tertentu. Adapun upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak meliputi tindakan karantina, pemeriksaan kesehatan harian, penanganan kesehatan hewan, pemotongan kuku, desinfeksi kandang, kontrol ektoparasit, pemberian vaksin, pemberian obat cacing, biosecurity maupun otopsi. Semua kegiatan tersebut sangat erat kaitannya dengan keberadaan dan ketersediaan kandang jepit di lokasi-lokasi pelayanan kolektif maupun di kandang-kandang kelompok peternak, karena
ketersediaan kandang jepit yang memadai adalah salah satu persyaratan prasarana pelayananan yang memiliki arti penting dalam memberikan usahausaha pelayanan kesehatan ternak prasyarat.

Kandang Jepi sapi adalah sejenis alat pembantu untuk hewan sapi ketika dalam proses inseminasi buatan, palpasi rektal pada sapi yang mengalami gangguan reproduksi, tindakan pemeriksaan umum, pengambilan sampel darah, vaksinasi, pemeriksaan kebuntingan. Sehingga keberadaan dan fungsi alat ini
menjadi sangat penting dalam banyak kegiatan yang digunakan oleh para peternak dan petugas pelayanan kesehatan hewan dalam usaha untuk persalinan, penyuntikan atau proses hamil. Kandang jepit sapi ini biasa juga disebut
cuttle crush, memiliki desain yang dibuat khusus agar sapi tidak bisa
bergerak bebas saat proses kegiatan tersebut di atas buatan. Kandang jepit sapi ini memiliki daya tahan yang sangat kuat sehingga dapat dimanfaatkan berbagai kegiatan usaha peternakan.

Salah satu faktor penentu pada saat pelayanan terhadap ternak besar adalah posisi ternak. Posisi ternak yang baik adalah ternak harus berada pada posisi yang nyaman dan tenang. Selain akan mempermudah dalam pengambilan sampel darah, juga akan lebih meminimalisir rasa sakit pada ternak dan hal
tersebut merupakan salah satu kaidah “
animal welfare” atau yang biasa di sebut kesejahteraan hewan. Untuk sebagian ternak yang ukuran tubuhnya agak besar sehingga susah untuk diposisikan dalam posisi yang tepat, maka bisa digunakan penjepit atau kerangka. Namun untuk ternak yang ukuran tubuhnya kecil maka cukup dipegang oleh praktikan pada bagian tertentu.

Kemudian juga akan jauh lebih mudah untuk memberikan injeksi kepada hewan ternak yang tertahan dengan head gate atau squeeze chute (yang juga biasa disebut crush), atau dengan medina-gate yang menempelkan si binatang ke pagar atau sisi kandangnya, daripada ketika Anda mencoba melakukan injeksi tanpa ketersediaan salah satu peralatan ini. Squeeze chute atau cattle crush adalah sebuah kotak sempit dengan sisi-sisi yang bisa disesuaikan, dalam lebar secukupnya untuk menempatkan satu ekor sapi dewasa. Di sini, panelpanel sampingnya akan menekan atau meremas sisi-sisi ternak agar ia tidak bisa bergerak dari sisi ke sisi. Panel ini juga diharapkan memberikan efek menenangkan bagi ternak. Sebuah gerbang di bagian belakang menjaga binatang keluar dari tempatnya, tetapi tidak demikian halnya dengan kepala atau bahu ternak. Hal ini memastikan kepala ternak mudah diakses untuk pengobatan oral,
pemotongan tanduk, serta leher binatang mudah digapai untuk keperluan injeksi. Sebuah lorong atau
working chute akan memimpin sapi-sapi ke alat squeeze ini dan bisa memuat beberapa ekor sekaligus.

Disamping itu keamanan dan kenyamanan petugas lapangan pada saat melakukan usaha-usaha pelayanan pun perlu diperhitungkan. Oleh karena itu penahanan binatang ini akan menjaga agar petugas tetap aman, serta mengurangi cedera secara signifikan bagi diri petugas, rekan kerja, serta binatang
yang akan diberikan injeksi. Akan tetapi, beberapa peternakan tidak memiliki
squeeze chute, dan petugas harus berharap pada seseorang yang berpengalaman soal ternak dan sapi untuk menjaga ternak agar tetap diam, sehingga petugas bisa memberinya injeksi yang diperlukan.

Kandang jepit sapi ini terbuat dari bahan hollow atau bahan besi galvalume yang memiliki baku zinc aluminium sebesar 55%. Hollow galvanis pada kandang jepit ini memiliki daya tahan sangat baik terhadap karat dan korosi hasil dari pengembangan dari rangka besi hollow yang kokoh dan tahan karat. Besi pada kandang jepit khusus untuk sapi ini dibantu dari bahan besi hollow galvanis merupakan hasil rancangan teknologi tinggi menggunakan mesin otomatis, semi otomatis atau manual terbaru dan desain gelombang printing branding pada setiap profilnya.

Sistem perhitungan sangat akurat untuk menambah kekuatan yang maksimal dalam pemasangan rangka plafond dan partisi. Termasuk hollow sudah tidak perlu di cat meni lagi, karena sudah dilapisi aluminium 55% dan lapisan silicon 1,5%, sehingga lebih tahan terhadap cuaca dan rambatan api. Hollow yang berasal dari bahan baku zinc aluminium 55% ini juga dibantu dengan grade standard yang dipakai untuk bahan atap baja ringan, kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan dengan hollow galvanis yang sejenis. Keunggulan Kandang Jepit Sapi Portable adalah pada kekuatan besi yang ringat namun masih terbilang kokoh untuk daya dukung sapi atau ternak lainnya. Sehingga bahan baku besi ini terbilang kuat dan ringan. Besi yang memiliki bahan aluminium ini juga terkenal anti rayap, tanpa pengelasan yang banyak dan bebas pemeliharaan rutin, namun dapat dilakukan secara berkala jika dipelukan pada kandang jepit ini.

Kandang jepit dari bahan hallow ini memang terbilang mahal namun tahan karat dan korosi dari keadaan cuaca yang bertahan. Termasuk tidak mudah terbakar, hemat waktu pengerjaan maupun pemasangan. Kandang jepit sapi yang terbuat dari bahan kombinasi memiliki keunggulan tersendiri, karena rangka besi pilihan disesuaikan dengan bentuk desain dan penggunaan kandang jepit. Biasanya, kandang jepit ini dimanfaatkan untuk modifikasi dengan sistem yang lain, seperti dengan sistem bongkar pasang (nock down) atau digabung dengan sistem timbangan atau penggunaan lain, seperti pengukuran kaki sapi,
telinga hewan, lehet dan diameter kepala hewan. Makanya, konstruksi manual pada kandang jepit ini dibuat dengan sistem bongkar pasang dengan dibantu pondasi dari beton sebagai penyangga